Wednesday, October 7, 2026
HomeHukumPassport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Passport Index 2026: Paspor Indonesia Peringkat 56 Dunia

Paspor Indonesia menempati peringkat ke-56 dunia dalam Passport Index Global Ranking 2026 dengan Mobility Score 89. Posisi tersebut berada di bawah beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia yang naik ke peringkat kedua dunia bersama Singapura.

Dalam pemeringkatan yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) berada di posisi teratas dengan Mobility Score 182. Singapura dan Malaysia menyusul di peringkat kedua dengan skor 175, sedangkan Spanyol menempati peringkat ketiga dengan skor 174.

Akses perjalanan paspor Indonesia dan Malaysia

Data Passport Index 2026 mencatat pemegang paspor Malaysia dapat mengakses 175 destinasi. Rinciannya, 129 destinasi dapat dimasuki tanpa visa dan 46 destinasi menyediakan visa on arrival. Sebanyak 23 destinasi lainnya masih mensyaratkan visa bagi warga Malaysia.

Kenaikan posisi Malaysia dibandingkan pemeringkatan 2025 menempatkan negara itu di jajaran teratas paspor dengan mobilitas perjalanan internasional yang luas.

Sementara itu, pemegang paspor Indonesia memiliki akses ke 89 destinasi berdasarkan Mobility Score yang dirilis dalam indeks tersebut. Akses itu mencakup 49 destinasi bebas visa dan 40 destinasi yang menyediakan visa on arrival. Sejumlah destinasi juga memberikan fasilitas electronic travel authorization (eTA), sedangkan 109 destinasi masih mencantumkan visa sebagai persyaratan masuk.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih berada di bawah Thailand yang menempati peringkat ke-53 dengan Mobility Score 93. Timor-Leste berada di peringkat ke-46, sementara Brunei Darussalam juga tercatat berada di posisi yang lebih tinggi dalam daftar global.

Faktor yang memengaruhi peringkat paspor

Mobility Score dalam Passport Index menghitung beragam bentuk kemudahan perjalanan, termasuk akses bebas visa dan visa on arrival. Karena itu, luasnya akses yang diberikan negara lain menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan posisi paspor.

Hubungan diplomatik dan tingkat kepercayaan antarnegara juga kerap dikaitkan dengan kemudahan mobilitas warga. Kesepakatan bilateral, hubungan perdagangan, pariwisata, serta kerja sama antarnegara dapat memengaruhi kebijakan perjalanan dan imigrasi.

Malaysia memiliki posisi ekonomi dan diplomatik yang cukup penting di Asia Tenggara. Namun, peringkat paspor tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai kekuatan ekonomi atau kualitas sebuah negara. Setiap lembaga pemeringkat menerapkan metode dan indikator yang berbeda, sehingga hasilnya bisa tidak sama.

Perbedaan Passport Index dan Henley Passport Index

Perbedaan metode terlihat ketika hasil Passport Index 2026 dibandingkan dengan Henley Passport Index 2026. Dalam Henley Passport Index, Malaysia berada di peringkat ketujuh dunia dengan akses ke 183 destinasi tanpa visa sebelumnya. Indonesia berada di peringkat ke-69 dengan akses ke 70 destinasi tanpa visa sebelumnya.

Henley menggunakan jumlah destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa sebelumnya sebagai dasar utama pemeringkatan. Sementara itu, Passport Index memakai Mobility Score yang mencakup beberapa bentuk akses perjalanan, termasuk visa on arrival.

Karena metode penghitungan berbeda, peringkat paspor perlu dibaca dengan menyebutkan nama indeks dan tahun pemeringkatannya agar perbandingan tidak menimbulkan kekeliruan.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer