Wednesday, October 7, 2026
HomeHukumPerjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto hingga Jadi Kapolri Baru

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah memperoleh persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna.

Penunjukan tersebut menutup perjalanan karier Suyudi selama lebih dari tiga dekade di kepolisian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, penanganan perkara pidana, kepemimpinan kewilayahan, serta pengelolaan lembaga penegak hukum.

Dari reserse hingga pimpinan wilayah

Lahir pada 14 Juli 1973, Suyudi mengawali pengabdiannya setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol. Ia kemudian menempuh pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang diselesaikannya pada 2003, serta pendidikan Sespimti Polri.

Pada masa awal karier, Suyudi mendapat penugasan di lingkungan Brimob sebelum banyak bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sejumlah jabatan di fungsi reserse pernah diembannya, antara lain Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, dan Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Ia juga pernah memimpin sejumlah kepolisian sektor, yakni Polsek Metro Pasar Minggu, Polsek Metro Tanah Abang, dan Polsek Metro Penjaringan. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Mulai 2017, Suyudi mendapat penugasan di Bareskrim Polri. Ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber. Dua tahun kemudian, ia kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum.

Dalam jabatan tersebut, Suyudi turut menangani perkara penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Saat itu, ia menyatakan akan melanjutkan penyidikan yang sebelumnya ditangani jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Memimpin Polda Banten dan BNN

Pada 2023, Suyudi diangkat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Setahun berikutnya, tepatnya 26 Juni 2024, ia dipromosikan menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Rekam jejak penanganan perkara di Polda Banten mencatat 4.155 tindak pidana ditangani sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.509 perkara berhasil diselesaikan. Kasus-kasus itu mencakup kejahatan konvensional, perkara ekonomi, hingga kejahatan berbasis internet.

Karier Suyudi berlanjut ke tingkat nasional ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Presiden Prabowo melantiknya pada 25 Agustus 2025 untuk menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom. Pangkatnya kemudian naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.

Salah satu perkara besar selama kepemimpinannya di BNN adalah pengungkapan jaringan narkotika internasional terkait penyelundupan sekitar dua ton sabu. Dalam operasi itu, BNN bersama sejumlah pihak menangkap Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja, pada Desember 2025. Narkotika yang terkait dengan perkara tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun.

Menuju kursi Kapolri

Di luar jabatan struktural, Suyudi memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, Sarjana Hukum, dan Magister Sains. Ia juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026, serta menerima sejumlah tanda jasa, termasuk Bintang Bhayangkara.

Nama Suyudi diajukan sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo. Setelah menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI, pencalonannya disetujui dalam Rapat Paripurna. Ia kini memimpin Polri dengan latar pengalaman yang terbentuk dari fungsi reserse, kepemimpinan di berbagai wilayah, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polda Banten, dan BNN.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer