Wednesday, October 7, 2026
HomeBisnisPLN EPI Tingkatkan Pemanfaatan Biomassa Desa lewat Biodes

PLN EPI Tingkatkan Pemanfaatan Biomassa Desa lewat Biodes

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan Biomassa dari Desa atau Biodes untuk memperkuat pasokan bahan bakar biomassa bagi program cofiring pembangkit. Inovasi ini menempatkan desa bukan hanya sebagai penyedia limbah, melainkan sebagai bagian dari produksi, pengolahan, dan distribusi biomassa yang melibatkan petani, BUMDes, pemasok, hingga pembangkit listrik.

Menjawab keterbatasan pasokan biomassa

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan Biodes dirancang dengan menggabungkan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, dan rantai pasok yang terkelola. Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan untuk menghadirkan biomassa yang berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan.

“Inovasi Biodes merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Mamit dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pengembangan Biodes mengacu pada data Kementerian ESDM tahun 2022 yang menunjukkan bahwa biomassa berbasis limbah siap pakai memiliki keterbatasan dalam volume dan kesinambungan pasokan. Potensi tersebut diperkirakan mencapai titik jenuh sekitar 2,4 juta ton, sementara kebutuhan untuk memenuhi target cofiring dalam RUPTL 2025-2034 masih menyisakan kesenjangan sekitar 7,6 juta ton.

Karena itu, Biodes tidak hanya mengandalkan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang tersedia. Program ini juga mendorong penanaman tanaman energi di lahan kering atau marjinal dengan pola tumpang sari bersama tanaman pangan.

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Khalda Az Zahra mengatakan model tersebut diharapkan membuat penyediaan biomassa berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa.

“Tidak hanya mengandalkan limbah yang sudah tersedia, Biodes juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan, sehingga aspek keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa,” ujarnya.

Uji penerapan di Cilacap

Implementasi awal Biodes berlangsung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sejak 2023 dengan memanfaatkan 106 hektare lahan. Tahapannya mencakup survei dan sosialisasi, penerapan sistem pertanian terpadu, panen, pengumpulan hasil di subhub, produksi biomassa melalui BUMDes, hingga pengiriman ke PLTU Adipala, Cilacap.

Dalam model subhub dan hub, biomassa dari berbagai sumber di tingkat desa dikumpulkan, diolah, lalu dikonsolidasikan sebelum dikirim ke pembangkit. Digitalisasi juga diterapkan untuk mengintegrasikan rantai pasok serta mendukung pengelolaan melalui marketplace. Model ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi logistik dan menjaga kualitas, kuantitas, serta kontinuitas biomassa.

PLN EPI menyebut Biodes memiliki enam pendekatan utama, yakni optimalisasi potensi biomassa desa, penanaman tanaman energi dengan pola tumpang sari, pengembangan rantai pasok berbasis spoke-hub, peningkatan kualitas dan kuantitas biomassa, digitalisasi berbasis marketplace, serta integrasi desa dengan industri.

Target perluasan hingga 100 desa

Menurut proyeksi PLN EPI, Biodes dapat menghasilkan tambahan pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun, melibatkan 330 petani, memanfaatkan 106 hektare lahan marjinal, dan menciptakan 25 lapangan kerja baru. Program tersebut juga diperkirakan menambah pendapatan petani kecil hingga Rp100.000 per hari per pekerja serta berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 6.750 ton CO2e.

Tim PLN EPI yang terdiri atas Khalda Az Zahra, Pandu Trijaka, dan Nurlita Dewi Utami telah memaparkan inovasi tersebut dalam sesi Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026.

Roadmap Biodes mencakup perluasan ke desa-desa di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. PLN EPI juga menyiapkan pengembangan bersama mitra pemasok di luar Pulau Jawa serta perluasan penerapan di berbagai lokasi PLTU cofiring. Secara bertahap, program ini ditargetkan berkembang hingga 100 desa.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer