Thursday, June 11, 2026
HomeHumanioraSuntikan dan Infus dalam Puasa: Penjelasan Lengkap

Suntikan dan Infus dalam Puasa: Penjelasan Lengkap

Ramadhan merupakan bulan suci yang ditunggu oleh umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan. Saat menjalani puasa, pertanyaan seputar kesehatan seringkali muncul, terutama terkait penggunaan suntik dan infus. Orang-orang yang sedang menjalani perawatan medis seringkali harus menerima suntikan atau infus untuk menjaga kesehatan tubuh.

Ada perdebatan di masyarakat mengenai apakah suntikan dan infus ini dapat membatalkan puasa seseorang. Para ulama membedakan antara suntikan yang mengandung nutrisi dan yang tidak. Suntikan yang mengandung nutrisi dianggap membatalkan puasa karena menyerupai makanan dan minuman, sedangkan suntikan non-nutrisi, seperti obat atau vaksin, umumnya tidak membatalkan puasa.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengonfirmasi bahwa vaksinasi melalui injeksi tidak membatalkan puasa. Terkait infus, pendapat ulama bervariasi. Infus yang mengandung nutrisi dianggap membatalkan puasa, sementara infus yang hanya digunakan untuk pengobatan tanpa nutrisi dianggap tidak membatalkan puasa.

Walau beberapa tindakan medis tidak membatalkan puasa, para ulama menyarankan untuk menjadwalkannya pada malam hari jika memungkinkan. Meskipun demikian, jika tindakan medis mendesak, puasa tetap sah selama tidak melibatkan asupan nutrisi melalui suntikan atau infus. Dengan pemahaman yang jelas mengenai perbedaan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang sesuai dengan tuntunan syariat.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer