Fore Coffee, perusahaan coffee chain premium affordable PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Dalam upaya ekspansi, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk membuka outlet baru di berbagai wilayah Indonesia. CEO Fore Coffee, Vico Lomar, menjelaskan bahwa IPO ini akan memberikan sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang pasar kopi premium di Indonesia.
Dalam rangka melaksanakan IPO, Fore Coffee akan menawarkan sebanyak 1,88 miliar lembar saham atau setara dengan 21,08 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran saat book building berkisar antara Rp160 hingga Rp202 per saham, dengan perkiraan mendapatkan dana segar sebesar Rp379,8 miliar. Masa penawaran umum direncanakan berlangsung dari 26 Maret hingga 9 April 2025, dengan rencana peluncuran resmi di BEI pada 11 April 2025.
Dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan sebesar 76 persen untuk memperluas jaringan outlet di seluruh Indonesia, dengan target operasional hingga 600 outlet kopi dalam empat tahun mendatang. Selain itu, 18 persen akan digunakan untuk membuka outlet donat melalui anak perusahaan, dan 6 persen untuk modal kerja.
Fore Coffee telah membuka 217 gerai di 43 kota di Indonesia dan Singapura per September 2024, dengan pembukaan 61 outlet baru sepanjang tahun 2024. Dalam proses IPO, PT Mandiri Sekuritas dan PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai joint lead underwriter, mendapat dukungan dari investor terkemuka seperti East Ventures. Hal ini mencerminkan momen bersejarah bagi Fore Coffee dalam mengokohkan model bisnis berkelanjutan mereka dan mempercepat ekspansi untuk menjangkau lebih banyak pecinta kopi di seluruh Indonesia.








