Senin lalu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang DKI Jakarta menyoroti masalah ketersediaan tiket kapal selama puncak musim mudik Idul Fitri 1446 Hijriah. Kepala Cabang PELNI, Dicky Dermawan, menegaskan bahwa permintaan yang tinggi membuat tiket kapal sangat terbatas. Oleh karena itu, ia sangat mendorong calon penumpang untuk segera membeli tiket keberangkatan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
Menurut Dicky Dermawan, pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi resmi PELNI, serta disarankan untuk dilakukan minimal H-3 sebelum keberangkatan. Ia menekankan bahwa semua tiket dijual secara daring melalui platform digital di aplikasi dan website PELNI. Pembayaran tiket dapat dilakukan melalui bank pemerintah, bank swasta, atau metode pembayaran digital lainnya.
Dicky juga menyampaikan bahwa tujuan dari pembelian tiket secara daring adalah untuk memberikan kenyamanan kepada calon penumpang, sekaligus untuk menghindari praktik calo penjualan tiket. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa PELNI telah menyiapkan sembilan kapal penumpang untuk mengakomodasi angkutan mudik 2025. Kapal-kapal tersebut akan melayani rute pelayaran ke berbagai pelabuhan di Indonesia, termasuk Belawan, Batam, Ambon, Banda, Bau-Bau, Larantuka, Kupang, hingga Papua.
Dengan layanan mudik yang disiapkan oleh PELNI, calon penumpang diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Dengan demikian, PELNI siap melayani para penumpang yang akan pulang kampung saat musim mudik tahun ini.








