Wednesday, January 14, 2026
HomeFinansialPenguatan Perdagangan BRICS Dianjurkan oleh Ekonom, Hadapi Tarif AS

Penguatan Perdagangan BRICS Dianjurkan oleh Ekonom, Hadapi Tarif AS

Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, menyarankan Indonesia untuk memperkuat perdagangan dengan negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) sebagai langkah untuk mencari sumber pendapatan baru di tengah penerapan tarif impor yang tinggi oleh Amerika Serikat. Penerapan tarif impor tersebut dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap perekonomian dan pasar keuangan Indonesia. Hans Kwee menekankan perlunya memperkuat perdagangan dengan negara BRICS untuk mengimbangi pengaruh tarif AS yang tinggi.

Dengan kebijakan tarif impor yang diterapkan Amerika Serikat, Hans Kwee memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi melemah. Hal ini juga berdampak pada pasar saham dengan prediksi bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mengalami koreksi mengikuti pelemahan bursa saham di tingkat global. Keputusan Trump untuk menerapkan tarif universal dan timbal balik kepada berbagai negara di seluruh dunia memberikan dampak signifikan bagi hubungan perdagangan global.

Tarif tambahan yang dikenakan kepada beberapa negara, termasuk Indonesia, dapat menimbulkan penurunan ekspor serta mengurangi surplus perdagangan Indonesia di masa mendatang. Presiden AS, Donald Trump, telah mengumumkan tarif dasar sebesar 10 persen yang akan diterapkan pada semua negara dan tarif tambahan “timbal balik” terhadap mitra dagang tertentu seperti China, Eropa, dan India. Dalam menghadapi situasi ini, Indonesia perlu melakukan evaluasi kebijakan perdagangan agar dapat mengantisipasi dampak dari kebijakan tarif AS yang diterapkan.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer