Pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar penyeimbangan neraca perdagangan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat terkait tarif Presiden Trump. Telisa Aulia Falianty, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, menyarankan agar Indonesia juga mempertimbangkan investasi dari Amerika Serikat untuk menjaga keseimbangan dalam negosiasi tersebut. Menurutnya, perdagangan dan investasi memiliki hubungan yang penting satu sama lain, dan Indonesia dapat bernegosiasi dengan investor potensial seperti Apple yang memiliki penjualan tinggi di Indonesia namun belum banyak berinvestasi di negara ini. Falianty juga menekankan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia memilih negosiasi daripada retaliasi merupakan pilihan yang tepat, mengingat kelemahan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya seperti China, Kanada, dan Meksiko. Meskipun demikian, Falianty mendorong pemerintah untuk berhati-hati dalam negosiasi agar dapat diterima dengan baik oleh Amerika Serikat sambil tetap menjaga industri nasional. Perlu dipertimbangkan apakah kebijakan Presiden Trump hanya bersifat sementara atau dapat berlangsung dalam jangka panjang. Tetapi hal yang paling penting, adalah untuk menghindari produk China yang bergeser masuk ke pasar Indonesia karena kebijakan tarif yang diambil.








