Tim Pacific Caesar Surabaya harus menerima kekalahan tipis 96-97 dari Borneo Hornbills dalam pertandingan lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) Gopay 2025. Meski demikian, Asisten Pelatih Dhimaz Aniz Setiaputra memberikan apresiasi kepada para pemain atas usaha keras yang telah mereka lakukan. Dhimaz menyatakan kebanggaannya terhadap anak-anak buahnya yang berhasil mengejar dan berjuang habis-habisan hingga akhir pertandingan, meskipun akhirnya kalah.
Dalam pertandingan ke-14 Pacific Caesar Surabaya, tim menunjukkan performa yang cukup maksimal, meskipun hasil akhir tidak menguntungkan. Strategi permainan tim juga terbukti efektif, dengan pemain menerapkan variasi serangan untuk mengatasi pertahanan lawan. Mereka tidak hanya mengandalkan tembakan tiga angka, tetapi juga menjajal serangan dari area dalam.
Dhimaz menegaskan bahwa pengambilan keputusan di momen-momen penting akan menjadi evaluasi untuk meningkatkan kinerja tim ke depan. Dia juga menekankan pentingnya sektor pertahanan yang harus terus diperbaiki agar tim dapat mencapai target lolos ke babak playoff IBL 2025. Kapten tim Daffa Dhoifullah menyatakan rasa bangganya terhadap rekan-rekannya di lapangan, meskipun menyadari ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dalam menyesuaikan pola permainan menghadapi lawan.
Dengan peringkat ke-10 dan 18 poin dari tiga kemenangan serta 12 kekalahan dalam 15 pertandingan, Pacific Caesar Surabaya masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Sementara itu, Borneo Hornbills menempati peringkat kedelapan dengan 21 poin dari tujuh kemenangan dan tujuh kekalahan dalam 14 pertandingan. Meskipun demikian, tim Pacific Caesar Surabaya tetap bersemangat dan siap untuk terus berjuang di IBL 2025.








