Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengkonfirmasi bahwa hasil autopsi dari diplomat muda sekaligus staf Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), yang ditemukan meninggal di indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, masih belum dirilis. Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada hasil autopsi yang tersedia, sehingga informasi yang beredar di media sosial mengenai autopsi ADP tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Sebagai mantan Komisioner Komnas HAM, Anam memberikan apresiasi terhadap analisis publik terkait peristiwa tersebut, sebelumnya. Baginya, analisis tersebut merupakan bagian dari pengawasan publik terhadap suatu peristiwa. Namun, dia menekankan pentingnya bahwa analisis tersebut harus didasarkan pada fakta-fakta yang valid dan proses yang sah.
Anam juga mengajak masyarakat untuk memberikan penghormatan kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan menghargai pihak kepolisian yang sedang menjalankan penyelidikan berbasis ilmiah. Dia menekankan bahwa dalam menganalisis suatu peristiwa, penting untuk tetap berpegang pada fakta-fakta yang ada.
Terkait dengan kasus kematian ADP, Anam juga mengungkapkan bahwa penyelidikan tidak hanya terbatas pada satu lokasi kejadian di kosan. Polisi sedang melakukan pelacakan digital dan mendengarkan kesaksian dari berbagai pihak untuk mengumpulkan informasi yang lebih akurat terkait kasus tersebut.
Sebelumnya, laporan autopsi jenazah Arya Daru Pangayunan (ADP) sempat beredar di media sosial Instagram melalui akun @natonalsecurity.id. Namun, kebenaran laporan tersebut masih harus dipastikan melalui proses investigasi yang sah.








