Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan menguat pada perdagangan Kamis, berdasarkan proyeksi analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim. Sentimen positif ini diharapkan berasal dari perkembangan kesepakatan dagang global dan optimisme atas kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Diperkirakan IHSG akan melanjutkan reli penguatan dan mencapai level psikologis 7.500.
Kesepakatan dagang antara AS dan Jepang, termasuk penurunan tarif barang impor dan investasi signifikan, telah menciptakan optimisme bagi pasar global. Tren positif ini juga membuat muncul harapan akan kesepakatan dagang antara AS dengan Uni Eropa serta negara lainnya.
Meskipun ada kekhawatiran terkait potensi dampak hukum dan ekonomi atas kemungkinan pemecatan Ketua The Fed Jerome Powell oleh Presiden AS Donald Trump, namun situasinya telah terkendali setelah Trump menunjukkan tidak akan menggantikan Powell dengan cepat.
Pasar saat ini tengah memperhatikan pertemuan FOMC The Fed dan ECB terkait kebijakan suku bunga, serta perkembangan ekonomi global. Sementara itu, data ekonomi dari Jerman, Inggris, dan AS juga menjadi sorotan, dengan harapan pertumbuhan yang stabil walaupun dalam kondisi ketidakpastian.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS mengalami kenaikan, menunjukkan tren positif dalam pasar global. Dengan adanya berbagai faktor penting yang memengaruhi IHSG dan pasar saham global, para pelaku pasar diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang bijaksana.








