Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026 Tertinggi di Antara Negara G20
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20 dan melebihi proyeksi sejumlah lembaga terkait.
Pencapaian Tinggi Meski di Tengah Tantangan
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen ini berada di atas ekspektasi, dengan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen dan konsumsi pemerintah naik 21,31 persen. Sektor perdagangan ekspor dan impor juga menunjukkan kinerja positif, bersama dengan sejumlah sektor lainnya seperti industri pengolahan, perdagangan, administrasi pemerintahan, transportasi, pergudangan, pertanian, dan konstruksi.
Stabilitas dan Pertumbuhan Lainnya
Selain itu, Airlangga juga mencatat bahwa inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42 persen dari sebelumnya 3,48 persen. Indeks keyakinan konsumen juga meningkat hingga mencapai 122,9, sementara neraca perdagangan menunjukkan surplus selama 71 bulan dengan angka 3,32 miliar dolar AS. Cadangan devisa hingga Maret mencapai 148 miliar dolar AS dan neraca pembayaran mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS.
Realisasi investasi juga mengalami peningkatan sebesar 7 persen menjadi Rp498,8 triliun. Pertumbuhan kredit perbankan berada di level 9,49 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55 persen. Meski demikian, tantangan terkait capital outflow menjadi fokus perhatian penting.
Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah sepakat untuk berkoordinasi guna menjaga stabilitas arus modal dan menghadapi potensi gejolak lebih lanjut.








