Wednesday, October 7, 2026
HomeHumanioraHari Lansia Internasional 1 Oktober: Tema, Sejarah, dan Tujuan

Hari Lansia Internasional 1 Oktober: Tema, Sejarah, dan Tujuan

Setiap 1 Oktober, dunia memperingati Hari Lansia Internasional sebagai pengingat bahwa bertambahnya usia harapan hidup perlu diikuti perubahan dalam sistem kesehatan, perlindungan sosial, pekerjaan, perumahan, dan kehidupan bermasyarakat. Pada 2026, peringatan ini mengangkat tema “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives” atau “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.”

Tema tersebut menyoroti perubahan demografi global yang ditandai meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Kehidupan yang lebih panjang tidak hanya perlu dipandang sebagai pertambahan usia, tetapi juga harus didukung kesehatan, kemandirian, keamanan, dan penghormatan terhadap martabat lansia.

Ditetapkan PBB sejak 1990

Hari Lansia Internasional ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 45/106 pada 14 Desember 1990. Tanggal 1 Oktober kemudian mulai diperingati secara global pada 1991.

Penetapan itu merupakan bagian dari rangkaian perhatian internasional terhadap isu penuaan penduduk. Pada 1982, PBB menggelar World Assembly on Ageing yang menghasilkan Vienna International Plan of Action on Ageing. Dokumen tersebut menjadi salah satu dasar bagi upaya internasional dalam merespons perubahan populasi serta kebutuhan masyarakat lanjut usia.

Pada 1991, PBB mengadopsi United Nations Principles for Older Persons. Prinsip itu mencakup kemandirian, partisipasi, perawatan, pemenuhan diri, dan martabat orang lanjut usia. Sementara itu, Second World Assembly on Ageing pada 2002 menghasilkan Madrid International Plan of Action on Ageing untuk menjawab peluang dan tantangan akibat penuaan penduduk pada abad ke-21.

Populasi lansia terus bertambah

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai sekitar 1 miliar pada 2020. Angka itu diproyeksikan meningkat menjadi 1,4 miliar pada 2030 dan 2,1 miliar pada 2050.

WHO juga memperkirakan proporsi penduduk dunia berusia 60 tahun ke atas naik dari 12 persen pada 2015 menjadi 22 persen pada 2050. Dalam pesan Hari Lansia Internasional 2026, jumlah tersebut disebut akan setara dengan sekitar 20 persen populasi dunia.

Perubahan struktur usia itu membuat berbagai sistem perlu disesuaikan. Tantangannya mencakup penyediaan layanan kesehatan, perlindungan sosial, kesempatan bekerja, tempat tinggal, serta ruang bagi lansia untuk tetap berpartisipasi dalam keluarga dan masyarakat.

Perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

Peringatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap persoalan yang dihadapi lansia, termasuk keterbatasan akses layanan kesehatan, pendidikan sepanjang hayat, perlindungan sosial, dan diskriminasi berdasarkan usia.

WHO memperkirakan sekitar satu dari enam orang berusia 60 tahun ke atas mengalami kekerasan setiap tahun di lingkungan komunitas. Bentuknya dapat berupa kekerasan fisik, seksual, psikologis, emosional, dan finansial, serta penelantaran atau tindakan yang merendahkan martabat.

Agenda tersebut sejalan dengan Decade of Healthy Ageing 2021–2030, yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia, keluarga, dan komunitas. Program itu mencakup perubahan cara pandang terhadap usia dan ageism, pembangunan komunitas yang mendukung kemampuan lansia, layanan kesehatan terpadu sesuai kebutuhan individu, serta perluasan akses terhadap perawatan jangka panjang.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer