Wednesday, October 7, 2026
HomeFinansialBCA: Ekonomi Sulit Diprediksi, Nasabah Lindungi Kekayaan

BCA: Ekonomi Sulit Diprediksi, Nasabah Lindungi Kekayaan

Ketidakpastian ekonomi yang makin tinggi membuat kebutuhan nasabah terhadap perlindungan kekayaan jangka panjang ikut meningkat. Executive Vice President Wealth Management BCA Indrawan B mengatakan perubahan ekonomi yang bergerak cepat membuat proyeksi untuk lima hingga 10 tahun ke depan semakin sulit dilakukan secara akurat.

“Kalau kita bicara ini kan ketidakpastian. Kita agak sulit untuk prediksi misalnya lima tahun ke depan mau bagaimana, 10 tahun ke depan mau bagaimana. Karena perubahannya sangat cepat,” kata Indrawan dalam konferensi pers Wealth Prestige Protection di Jakarta, Jumat.

Inflasi dan nilai tukar menjadi pertimbangan

Menurut Indrawan, keterkaitan antara kondisi ekonomi global dan domestik membuat perubahan di satu negara dapat memengaruhi negara lain. Situasi tersebut, kata dia, perlu diperhitungkan masyarakat ketika menyusun rencana perlindungan kekayaan untuk jangka panjang.

Ia menyebut inflasi dan perubahan nilai tukar sebagai sejumlah risiko yang harus menjadi perhatian. Nilai kekayaan dalam nominal yang sama belum tentu memiliki daya beli yang sama pada masa mendatang karena harga barang dan jasa dapat berubah.

“Uang Rp1 miliar sekarang dengan uang Rp1 miliar 10 tahun lagi mungkin akan sangat berbeda,” ujarnya.

Selain inflasi, kecenderungan nilai rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang menurut Indrawan perlu masuk dalam perencanaan. Karena itu, perlindungan kekayaan tidak hanya diarahkan agar nilai yang dimiliki nasabah tetap stabil, tetapi juga dapat tumbuh untuk mengimbangi tekanan inflasi dan perubahan nilai mata uang.

“Harus up supaya bisa meng-cover inflasi dan segala macam. Termasuk currency-nya,” kata Indrawan.

Solusi perlindungan hingga usia 99 tahun

Dengan mempertimbangkan berbagai risiko tersebut, BCA menghadirkan solusi perlindungan, di antaranya Prestige Pro, yang dikembangkan bekerja sama dengan AIA Indonesia. Produk itu dirancang untuk memberikan perlindungan jangka panjang hingga nasabah berusia 99 tahun.

Indrawan mengatakan penggunaan denominasi dolar AS dalam produk tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi ketidakpastian nilai rupiah dalam jangka panjang. Namun, ia menekankan bahwa rancangan solusi perlindungan perlu disesuaikan dengan risiko yang hendak diantisipasi dan kebutuhan nasabah.

Penawaran berbasis kebutuhan nasabah

BCA, lanjut Indrawan, tidak menetapkan target penjualan produk tertentu yang kemudian harus dikejar oleh tenaga pemasar. Bank memilih pendekatan yang menempatkan kebutuhan nasabah sebagai dasar dalam menawarkan solusi wealth management.

“Kita tidak mau penjualan kita itu di-drive dari keinginan kita menjual. Yang kita mau adalah kita menjual berdasarkan angka yang nasabah kita butuh,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat membuat solusi yang ditawarkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan preferensi serta karakter nasabah yang dituju.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer