Fin Expo 2026 di Makassar dimanfaatkan sebagai ruang edukasi agar masyarakat tidak sekadar menggunakan produk jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat, karakteristik, serta risiko yang menyertainya. Kegiatan yang digelar dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan di Sulawesi Selatan itu berlangsung pada Sabtu (3/10/2026).
Ketua Panitia Fin Expo 2026 yang juga Regional CEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan peningkatan akses terhadap layanan keuangan harus diikuti kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Masyarakat, menurut dia, perlu memilih dan menggunakan produk keuangan sesuai kebutuhan.
“Jadi mereka tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, dan penggunaannya sesuai kebutuhan,” kata Riza di Makassar, Sabtu.
Akses layanan meningkat, literasi perlu diperkuat
Riza menyebut hasil survei 2026 menunjukkan sekitar 93,01 persen masyarakat telah menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang berada di level 92,7 persen.
Meski tingkat penggunaan layanan keuangan terus bertambah, peningkatan itu dinilai perlu dibarengi pemahaman yang lebih baik. Karena itu, Fin Expo 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang pengenalan produk, tetapi juga menjadi ruang komunikasi, edukasi, dan interaksi langsung antara masyarakat dengan pelaku industri jasa keuangan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin mengenal industri jasa keuangan, memahami produk yang tersedia, serta semakin bijak dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan,” ujar Riza.
Menurut dia, kedekatan antara industri jasa keuangan dan masyarakat penting untuk membantu publik mengenali layanan yang tersedia sekaligus mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.
Edukasi menyasar sektor produktif
Kepala Perwakilan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar), Moch Muchlasin, menekankan pentingnya pemahaman yang memadai sebelum masyarakat menggunakan produk keuangan. Edukasi, kata dia, diperlukan agar masyarakat mengetahui manfaat, karakteristik, dan risiko dari produk yang dipilih.
Muchlasin mengatakan penguatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi Sulawesi Selatan. Perekonomian provinsi tersebut tercatat tumbuh 5,59 persen, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
OJK bersama industri jasa keuangan juga terus memperluas kegiatan edukasi. Pada triwulan II 2026, OJK Sulselbar mencatat telah menyelenggarakan sekitar 198 kegiatan literasi keuangan dengan jumlah peserta sekitar 2.400 orang.
Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan umum. Edukasi juga diarahkan pada penguatan akses pasar dan keuangan syariah, serta dukungan pembiayaan bagi sektor produktif, termasuk petani dan nelayan.
Fin Expo 2026 dihadiri antara lain oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dan Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmamatika Dewi.








