Industri Hasil Tembakau di Indonesia: Kontribusi Penting Bagi Ekonomi Nasional
Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia diketahui memiliki ekosistem terintegrasi yang memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional. Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, sektor IHT di Indonesia memiliki struktur industri yang terintegrasi dengan berbagai sub-sektor, seperti industri pengeringan tembakau, industri kertas rokok, industri filter rokok, industri bumbu/perisa rokok, industri sigaret kretek tangan, industri kretek mesin, industri rokok putih, industri cerutu, laboratorium skala internasional, hingga industri jasa pengemasan dan percetakan yang mendukung produksi IHT.
Kontribusi sektor IHT terhadap perekonomian Indonesia tidak bisa dianggap remeh, terlihat dari kontribusi cukai hasil tembakau yang mencapai Rp216 triliun pada tahun 2024. Selain itu, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 6 juta orang, dari petani tembakau dan cengkeh, buruh pabrik, distributor, hingga pedagang dan eksportir.
Dalam perdagangan internasional, ekspor produk hasil tembakau Indonesia pada tahun 2024 meningkat sebesar 21,7 persen menjadi 1,7 miliar dolar AS. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara keenam terbesar dalam ekspor produk hasil tembakau di seluruh dunia.
Meskipun demikian, sektor IHT juga menghadapi tantangan, terutama akibat maraknya peredaran rokok ilegal. Data Kementerian Keuangan menunjukkan peningkatan peredaran rokok ilegal dari 3,3 persen pada 2019 menjadi 6,9 persen pada tahun 2023. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pembinaan dan pengawasan yang ketat terhadap seluruh pelaku usaha IHT.
Kementerian Perindustrian juga memberikan perhatian terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) oleh pemerintah daerah. Program pembinaan industri yang tepat sasaran dan pengawalan aktif dari pihak pemerintah daerah dan asosiasi IHT diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing sektor IHT di tanah air.
Dengan berbagai inisiatif dan kontribusi yang diberikan, sektor IHT di Indonesia tetap berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional ke depan.








